adada
Making a clean difference

Sertifikasi Cleaning Service Ciptakan Tenaga Kerja yang Kompeten

Masa kini hanya berbekal daftar riwayat hidup dan surat lamaran saja tidak cukup. Berbagai profesi, termasuk cleaning service, mensyaratkan adanya sertifikat keahlian khusus untuk posisi cleaning service. Apa itu sertifikasi profesi dan kegunaannya bagi calon pelamar untuk Cleaning Service?

 

Sertifikasi profesi adalah kegiatan yang diikuti individu di mana keahlian, pengetahuan dan sikap seseorang terkait suatu bidang didemonstrasikan dan dinilai cukup kompeten atau tidak. Hasil dari sertifikasi profesi adalah terbitnya sertifikat kompetensi, sebagai bukti bahwa orang yang bersangkutan dianggap sudah menguasai skema kompetensi yang telah dipersyaratkan. 

 

Proses penilaian kompetensi ini dinamakan dengan uji sertifikasi. Uji Sertifikasi diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang beroperasi atas izin dan sepengetahuan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). LSP dapat ditemukan di berbagai kota baik berdiri sendiri atau berada di dalam lingkungan kampus atau sekolah vokasional.

 

LSP yang menyelenggarakan sertifikasi Cleaning Service umumnya memiliki skema Kliner Junior, Kliner Senior dan Kliner Taman. Tetapi, ada juga LSP yang mencantumkan sertifikasi 

Cleaning Service sebagai kategori uji sertifikasi tata graha (Housekeeping), umumnya LSP tersebut bergerak di bidang hospitality.

 

Skema Kliner Junior

Dilansir dari web LSPCS Indonesia, skema ini memuat kompetensi dasar dan teknis pekerjaan Cleaning Service. Unit Kompetensi yang diujikan antara lain : 

  1. Melakukan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja
  2. Melaksanakan pekerjaan dalam lingkungan yang berbeda secara sosial budaya
  3. Melaksanakan prinsip-prinsip dasar bekerja pada Cleaning Service
  4. Membersihkan lantai 
  5. Membersihkan dinding dalam gedung
  6. Membersihkan langit-langit
  7. Membersihkan kaca
  8. Membersihkan ruangan toilet dan fasilitasnya
  9. Membersihkan peralatan dan perlengkapan ruangan
  10. Menangani sampah umum
  11. Melaksanakan pelayanan di tempat kerja
  12. Menangani penemuan barang
  13. Membersihkan area taman
  14. Membekali diri tentang kondisi kerja dan risiko kerja
  15. Membekali diri tentang dokumen dan perlindungan
  16. Melakukan komunikasi dengan menggunakan bahasa negara penempatan

 

Skema Kliner Senior

Masih dari sumber LSPCS Indonesia, skema kliner senior juga memiliki 16 unit kompetensi yang diujikan, serta sifatnya lebih dalam dari skema sebelumnya, yakni : 

  1. Melaksanakan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja
  2. Melaksanakan pekerjaan dalam lingkungan yang berbeda secara sosial budaya
  3. Melaksanakan prinsip-prinsip dasar bekerja pada cleaning service
  4. Menggunakan peralatan masinal
  5. Memoles permukaan lantai
  6. Membersihkan objek khusus di area spesifik
  7. Melaksanakan pelayanan di tempat kerja
  8. Menangani sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) di tempat kerja
  9. Membersihkan tumpahan bahan berbahaya dan beracun (B3) dan limbah B3
  10. Membersihkan bangunan
  11. Membersihkan kendaraan pribadi
  12. Membersihkan sarana ibadah (ruang khusus)
  13. Membekali diri tentang kondisi kerja dan risiko kerja
  14. Membekali diri tentang dokumen dan perlindungan
  15. Melaksanakan kerjasama di lingkungan kerja
  16. Mengembangkan kematangan emosi dan motivasi kerja

 

Skema Kliner Taman

Skema kliner taman memiliki unit kompetensi yang lebih sedikit yakni : 

  1. Melaksanakan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja
  2. Melaksanakan pekerjaan dalam lingkungan yang berbeda secara sosial budaya
  3. Melaksanakan prinsip-prinsip dasar bekerja pada cleaning service
  4. Membersihkan area taman
  5. Melakukan pekerjaan perapihan dan penyiraman

 

Unit Kompetensi dapat berbeda dari satu LSP ke LSP lainnya. Maka dari itu, periksalah dengan teliti sebelum memutuskan untuk melaksanakan uji kompetensi. Biasanya pula, LSP menyediakan pelatihan atau pembekalan sebelum melaksanakan uji kompetensi. Anda dapat mengikuti pelatihan atau pembekalan tersebut untuk mendapat gambaran terkait apa saja yang diujikan dalam uji kompetensi nantinya.

 

Uji Kompetensi atau Uji Sertifikasi sendiri memiliki ragam jenis asesi, atau jenis ujian yang diselenggarakan. Ada yang hanya menggunakan portfolio, ada yang menggunakan tes lisan dan tulisan serta demonstrasi. Untuk Cleaning Service sendiri, mengingat pekerjaannya yang bersifat teknis, maka besar kemungkinan uji kompetensi akan dilakukan secara tes lisan dan atau demonstrasi. 

 

Sebelum Anda memutuskan untuk mengikuti uji sertifikasi, pastikan untuk dengan teliti mempelajari informasi tentang LSP yang dipilih dan skema yang akan diambil. Ini karena biaya uji sertifikasi umumnya cukup merogoh kocek banyak sehingga diperlukan kebijaksanaan dan keyakinan ketika hendak memutuskan untuk mengikuti ujian tersebut.